Kamis, 28 Maret 2019

Tugas EPTIK Pertemuan1 PENERAPAN NORMA DAN ETIKA DI LINGKUNGAN SEKITAR


Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan sentosa. Jadi, kita bisa tahu bahwa ada banyak sekali definisi dari norma itu sendiri. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi, sosial, dan sebagainya. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat turut menjalani dan mematuhi norma-norma yang berlaku di lingkungan kita sendiri, agar terciptanya ketertiban dan ketentraman di sekitar kita. Lalu disini akan dibahas bagaimana seharusnya seorang anggota masyarakat melaksanakan norma dalam kehidupannya.

PENERAPAN NORMA DALAM MASYARAKAT

        Dalam kehidupan bermasyarakat ada berbagai norma-norma yang akan kita laksanakan dan patuhi. Ini merupakan kewajiban kita sendiri sebagai anggota masyarakat. Norma-norma yang berlaku di masyarakat dapat diklasifikasikan menjadi 5 jenis, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, norma kebiasaan, dan norma hukum.

  1.    Norma Agama
Norma agama adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak dan mengharuskan ketaatan bagi para pemeluk dan penganutnya. Yang taat akan diberikan keselamatan di akhirat, sedangkan yang melanggar akan mendapat hukuman di akhirat. Agama bagi masyarakat Indonesia mampu membentuk religius yang hidup penuh kesenangan jasmani dan rohani. Di Indonesia, agama terbagi atas 5 bagian yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.
Kemudian dalam penerapannya dalam masyarakat :
Norma agama Islam antara lain adalah kewajiban melaksanakan hukum Islam dan rukun  Imam.
Dalam agama Kristen, kewajiban menjalankan sepuluh perintah Allah.
Dalam agama hindu, kepercayaan terhadap reinkarnasi, yaitu adanya kelahiran kembali bagi manusia yang telah meninggal sesuai karmanya, sesuai dengan kehidupan di masa lampau.
Lalu dalam setiap lingkungan masyarakat, pasti ada saja yang mengabaikan norma agama. Pelanggaran norma agama merupakan pembangkangan terhadap perintah Tuhan, jika kita  melanggar norma agama, maka kita akan diberi sanksi yang disebut dosa. Adapun bentuk pelanggaran norma agama ini :
       ·   menghina orangmencuri
            ·  berzinah
            ·  tidak berpuasa
            ·  tidak sholat
            ·  minum-minuman keras
            ·  berjudi
Sebagai manusia, kita hendaknya selalu takut dan bertaqwa kepada Tuhan agar setiap hari kita selalu diberikan berkat dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, kita harus mematuhi dan melaksanakan norma agama di tempat lingkungan kita menjalin hubungan dengan sesama manusia. 
2.    Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Norma kesusilaan bersifat universal. Artinya, setiap orang di dunia ini memilikinya, hanya bentuk dan perwujudannya saja yang berbeda. Dengan norma kesusilaan, seseorang dapat membedakan mana yang dianggapnya baik dan mana yang dianggap buruk. Pelanggaran norma kesusilaan merupakan berupa sanksi pengucilan secara fisik ataupun rutin. Norma kesusilaan juga memberi kita petunjuk mengenai cara bersikap dan bertingkah laku dalam memutuskan yang ingin dilakukan, dihindari dan juga ditentang.
Tujuan norma kesusilaan adalah setiap orang dalam hidup dan kehidupannya memiliki sifat kesusilaan tinggi berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai makhluk paling sempurna.
Berikut merupakan beberapa penerapan norma kesusilaan dalam masyarakat :
- Bersikap dan bertingkah laku jujur
- Tidak memfitnah orang lain
- Menolong orang yang kesusahan
- Dilarang bersinah
- Tidak menghina orang lain
- Tidak berbuat curang atau menipu
- Selalu berbicara jujur dan tidak berdusta
Kemudian bentuk pelanggaran terhadap norma kesusilaan :

  • Tidak Jujur
  • Tidak Adil
  • Tidak menghargai dan menghormati orang lain
  • Membunuh
  • Berbuat Jahat terhadap sesama manusia.
  • Norma kesusilaan sangat cocok untuk menguji hati nurani seorang manusia, apakah hati nuraninya murni atau tidak, dapat dilihat dari perbuatan manusia itu sendiri di dalam lingkungan masyarakat. Karena itu, kita juga seharusnya mempunyai hati nurani dan akhlak yang murni dan mulia, agar kita bisa menerapkan norma kesusilaan ini dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Blogroll

Welcome text

Popular Posts

About Me

Foto Saya
Linda Ramayanti
Cilebut, Bogor
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

Blogger news

About

Copyright © TUGAS EPTIK DAN AUDITING UNIVERSITAS BSI (Linda Ramayanti) | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com